Senin, 26 Desember 2011

Cerpen Part "2" ^_^

Diposting oleh Devi Yunitasari di 23.20 0 komentar
Setibanya di depan ruangan kelas......
"aduuh, Bu Aina udah masuk kelas lagi....hmmm....Bay, gima......" ucapanku yang sedang mengintip dari balik celah pintu, terpotong karena dengan seenak jidatnya Bayu mengetuk pintu ruangan kelas dan nyelonong masuk sambil mengucapkan salam pada Bu Aina. Bu Aina yang saat itu sedang menulis di papan tulis terhenti sejenak dan memandang ke arah ku dan Bayu. "Assalamu'alaikum Bu, maaf Bu saya dan Hana, datangnya telat” tepat pada saat itu juga kelas menjadi hening, heniiiing sekali tampak fenomena seperti di areal kuburan, dan seluruh perhatian penghuni kelas hanya terpaku pada kami berdua, bahkan bu Aina sendiri, terihat kaget melihat Bayu, inget bayu bukan kaget ngeliat aku, kalo aku sih jelas udah biasa telat, lah ini yang telat bayu si murid rajin, sedetik kemudian bu Aina pun menjawab salam dari Bayu “Waalaikum salam, Bayu kenapa kamu bisa telat? Tunggu dulu, Hana jangan-jangan kamu menularkan virus terlambat ya pada Bayu !” aku yang mendengar perkataan Ibu Aina, jelas kaget dan tidak terima atas tuduhannya kepadaku, dengan sigap aku pun membela diri “Eitts…maaf Bu, kalo masalah Bayu telat jangan sangkut pautin sama aku dong Bu, aku ga tau apa-apa kok disalahan Bu!” setelah mendengar pembelaanku Bu Aina tersenyum, dan mengizinkan kami berdua duduk. “maaf ya Hana, Ibu cuma takut aja Bayu sampe ketularan dari kamu….Ya sudah kalian berdua silahkan duduk !” aku pun segera duduk di dekat Dara teman sebangku ku.
Sehari setelah kejadian aku kesiangan bareng Bayu, untuk pertama kalinya Bayu mengirim sms padaku. Padahal sebelumnya Bayu mana pernah ngirim sms sama aku bahkan dia ga pernah sekalipun nanyain tentang tugas sama aku, dan begitupun hari berikutnya dan berikutnya lagi, aku jadi sering sms an dengan Bayu, bahkan kini sudah genap satu bulan aku sms an sama Bayu. Saat jam pelajaran terakhir kosong, akhirnya Aku bercerita tentang Bayu pada Dara teman baik ku. “cieee….yang lagi PDKT” itulah reaksi pertama Dara setelah kuceritakkan tentang Bayu “apaan sih Ra, lagian aku lagi nunggu seseorang !”, mendengar ucapanku Dara langsung menatapku dan mengerutkan keningnya. “kamu nunggu seseorang Na, siapa? Kamu kok ga pernah cerita sama aku !”. “sebenernya aku juga ga tau Ra, aku juga ga ngerti sama perasaan aku, dia itu sahabat aku dari kecil Ra, selama ini aku sama dia sering chattingan Ra, tapi semenjak Bayu, ngedeketin aku, dan aku sms an sama Bayu, akhir akhir ini aku juga jadi jarang berhubungan sama dia !”, aku pun menghela nafas panjang “yahh….terus gimana dong sama Bayu !” ucap Dara lesu “Lah emang Bayu kenapa, toh dia juga belum tentu suka kan sama aku !” jawabku.., “hmm…..kamu ga tau sih Na, sebenernya Bayu itu suka sama kamu Na……!” setelah mendengar ucapan Dara aku bener bener SHOCKED “apaaa…..serius kamu Ra?” tanyaku setengah berteriak, “yaa serius dong Na, orang Bayu sendiri yang bilang sama aku, selama dia tuh selalu nanya-nanyain tentang kamu terus sama aku !” mendengar semua uacapan Dara, aku sendiri hanya bengong, entah apa yang aku rasakan saat ini, kaget, bingung, galau, sedikit seneng, tapi di sisi lain, ahhh…entahlah semua nya jadi satu….Galauuu……. Teng Tong Teng Tong, bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi, aku melangakah keluar ruangan kelas dengan lesu, entah apa yang aku pikirkan saat ini, sungguh aku tak tahu.
Malamnya, aku pun hanya terdiam memikirkan kata-kata Dara siang tadi, tentang perasan Bayu, disaat itu pula ponsel ku pun berbunyi dan ternyata itu sms dari Bayu, kami pun ber sms an, sampai tepat pada pukul 22.00, Bayu mulai, menanyakan hal-hal yang aneh padaku, dia nanya-nanya kalo aku udah punya pacar atau belum, dan tak lama kemudian Bayu mengirimkan pesan yang berisi tentang pengutaraan perasaannya terhadapku…..Bayu nembak akuuu……, setelah 30 menit berlalu aku pun sama sekali belum membalas sms dari Bayu, saat itu aku benar-benar bingung…., sampai akhirnya ponselku berbunyi….terlihat layar ponselku bertuliskan Bayu Calling,….. ‘Oh no…bayu nelpon aku, haduuh aku harus gimana ini’ aku pun berjalan mondar mandir sambil memperhatikan layar ponselku, ‘angkat….enggaaa…angkat..engga haduuh….gimana’ akhirnya aku pun mencoba untuk mengangkat telpon dari Bayu, dengan dada yang berdegup kencang….’ha….hall…hallo…’ ucapku gemetar…’ha…hallo..nna..” ucap suara diseberang sana lebih gemetar.. “maa..maaf yaa na.. aku telpon kk…kamu malem-malem gini, aku cuma pengen tau, jawaban kamu na..!’ Deg…..jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya….deg..deg..deg….”hmm.. Bay, kamu bercanda kan yaa…!” haduh pertanyaan bodoh macam apa itu…”enggaa na…….aku serius na, itu semua murni dari hati aku na..please jawab aku na….apapun jawaban dari kamu, aku akan terima kok…” Heniiiing……aku ga tau harus jawab apa…., namun akhirnya aku pun menarik nafas panjang, semoga ini keputusan yang tepat “Bay…..aku…………”
Kini genap 10 bulan aku bersama Bayu, dan pastinya jawaban aku malam itu adalah…’YA….aku terima Bayu’ selama itu pula kita banyak melalui hal-hal yang menyenangkan, dan selama ini pula kita ga pernah sedikitpun bertengkar, tapi selama aku sama Bayu pula, hubungan aku sama sahabat kecil ku Radit mulai merenggang, aku menjadi jarang sekali chattingan dengannya, ini bukan maksudku untuk mejauh darinya, tapi…..maaf…. Radit…
Sampai akhirnya belakangan ini hubungan antara aku dan Bayu pun tampaknya semakin jauh, akhir-akhir ini pun Bayu selalu sibuk dengan urusannya sendiri, entahlah aku mulai merasa ada yang berubah pada Bayu. Hingga akhirnya tepat seminggu setelah aku mulai merasakan perubahan dalam diri Bayu, Bayu mengakhiri hubungan kami.
Tahukah dia, sakit sekali rasanya…, mengapa Bayu bisa melakukan hal seperti ini padaku, namun walaupun rasanya sungguh sakit sekali aku mencoba kembali menyemangati diriku dan mulai mencoba untuk melupakan perasaanku terhadap Bayu dan untunglah juga, aku memiliki Dara dan Nara sahabat-sahabat ku yang selalu mensupport aku, yeaa they can make me smile again,…thank’s a lot friends….
Setelah kurang lebih 6 bulan setelah hubungan aku dan Bayu berakhir, aku pun kembali dekat dengan Radit, entah apa yang membuatku bisa kembali dekat dengan nya. Sebenarnya selama ini Radit juga dekat dengan sahabatku Nara, dan dari Nara pula aku mengetahui apa yang dirasakan Radit selama ini, dan ternyata secara tidak kusadari, aku telah menyakiti Radit karena selama ini pula Radit memendam perasaan padaku…, sungguh aku benar-benar merasa bersalah pada Radit. “Nara, aku harus gimana sama Radit !” kali ini aku bercerita kepada Nara, “Na, menurut pendapat aku, kamu minta maaf aja sama Radit, kalo Radit nanya kenapa kamu minta maaf, kamu bilang aja kalo ada sesuatu yang membuat kamu merasa bersalah sama Radit, dan satu lagi yang harus kamu tau Na, bahkan sampai saat ini perasaaan Radit sama kamu ga berubah Na, dia bilang sama aku kalo perasaannya ke kamu masih sama seperti dulu ga berkurang sedikitpun!” aku terdiam sejenak, dan bertanya pada diriku sendiri ‘masihkah perasaan yang dulu pernah kurasakan pada Radit ada, atau mungkin……’ “Na….” Nara membuyarkan semua lamunanku, “kamu kenapa Na” Tanya Nara kemudian “ngga kok aku ngga apa-apa, Nara kita pulang yuk, udah sore nih” ucapku mengalihkan pembicaraan, Nara pun menangguk mengiyakan. Malamnya, tanpa diduga Radit menelepon ke ponselku, aku pun segera mengangkatnya “Hallo Assalamu’alaikum Na…..” ucapnya diseberang sana, “waalaikum’salam, ada apa Dit?” entah kenapa saat itu aku pun mulai deg-degan, mengapa radit telpon aku..”Na, kamu keluar deh” deg…….haduuh tambah deg-degan aja jantungku..”nah loh emang ada apa dit?” suara Radit di seberang sana mulai gemetar ”eeeemm….kamu keluar aja deh Na, yah..yah..” Jlek…..Radit pun memutuskan telponnya, aku sendiri hanya bengong, namun setelah itu aku segera bergegas keluar rumah, untuk memastikan apa sebabnya Radit menyuruhku keluar rumah. Cleek…perlahan ku buka pintu rumahku, tak seorangpun yang dapat kutemukan, malah aku merinding karena malam itu sepi sekali, tapi setelah melihat kebawah, disana ada bungkusan kecil bersampul kertas merah, aku pun segera mengambilnya dan cepat-cepat masuk ke kamarku. Kemudian perlaan ku mulai membuka bungkusan kecil itu, dan ternyata isinya adalah coklat, aku pun tersenyum entah perasaan apa yang merasuki ku kali ini, tapi aku merasa bahagia. ‘Radiiiit…Radiit…’ ucapku, sambil memandangi coklat pemberiannya.
Setelah malam itu Radit memberi aku coklat, dia semakin sering menghubungiku meskipun selama ini kita berdua belum pernah bertemu sekalipun, bahkan Radit pun selalu menawarkan dirinya untuk mengantarkan ku ke sekolah, namun aku selalu menolaknya. Bukannya apa-apa, tapi untuk memulai membuka hatiku kembali sungguh tidak mudah bagiku, meskipun hatiku tidak bisa menampik bahwa aku…….., sebenarnya semua sahabatku menyarankan kalo aku seharusnya lebih dekat lagi dengan Radit, namun sampai saat ini Radit, belum bisa meyakinkanku akan perasaannya terhadapku, dan itu membuatku belum sepenuhnya mempercayai Radit.
3 Bulan berlalu, namun aku dan Radit masih tetap seperti ini, tidak ada perubahan yang berarti, Radit selalu menyampaikan, tentang perasaannya terhadapku, kepada sahabat-sahabatku, namun dia tidak pernah sekalipun secara gamblang mengakui perasaannya langsung kepadaku. Dan sekarang aku merasa bahwa kita sudah berada di ujung batas waktu, setelah Ujian dan kelulusan nanti tentu kita berdua pun akan berpisah, lantas bagaimana kita tahu tentang perasaan kita satu sama lain……
Tanpa terasa waktu pun terus berlalu ujian dan kelulusan pun tiba, dan kita, tentu saja masih sama seperti sebelumnya, tak ada perubahan, dan kini aku merasa keyakinanku akan perasaan Radit terhadapku pun semakin menurun, ‘jika keadaannya seperti ini, apa yang akan kamu lakukan dit’ aku menghela Nafas panjang, sambil duduk di balkon sekolah dan memperhatikan sahabat-sahabatku yang sedang berfoto-foto di acara Graduation ini, dan aku hanya diam.
Sampai dari kejauhan nampak Nara dan Dara berjalan ke arahku “kamu kok diem disini aja Na?” Dara tampak khawatir melihat aku yang hanya duduk saja, “ngga apa-apa kok” jawabku sambil tersenyum simpul, pada Dara dan Nara, “ekhm… Na, aku tau sesuatu yang bisa bikin kamu semangat lagi, dan ngga keliatan lesu kayak gini!” ucap Nara, aku pun hanya menggelengkan kepalaku, kemudian Nara memberikan sebuah kertas kepadaku “nih, kamu harus baca ini ya Na, tadi ada seseorang yang nitipin itu sama aku, buat dikasihin ke kamu, oh ya aku sama Dara kesana dulu ya!” Nara segera mengajak Dara bergegas dari hadapanku, “Dara, Nara tunggu….ini maksudnya apa!” teriakanku sungguh tidak dihiraukan oleh mereka berdua, lantas akhirnya aku pun mulai membaca tulisan yang ada didalam kertas itu….
Seperti sebuah keindahan yang sederhana,
Namun bagiku istimewa
Seperti sebuah kisah yang tak habis kuceritakan kepada petang
Juga seperti sebuah untaian mimpi,
Yang takkan pernah habis menjadi harapan
Dan itulah dirimu, yang tercipta dari secercah cahaya kecil,
Yang menjadikannya pelita untukku
With love,
Radit….
note: lihatlah ke belakangmu dan tersenyumlah ^_^ .
Setelah membaca tulisan yang tertera pada kertas itu, aku pun segera berbalik ke belakang, disaat itu pula aku melihat Radit yang tersenyum ke arahku.
And this the first time he can confess all his feelings to me…, and so do I… I can’t restrain this feeling any longer.


devinitasari"23.30

Senin, 19 September 2011

Akhwat Sejati

Diposting oleh Devi Yunitasari di 03.16 0 komentar

ketika itu...

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum : Anakku ...

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya. "Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya. Ketahuilah putriku ...

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah ... Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarilah mereka!" Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rosulullah"

Khusus buat para aktivis... bacalah :

Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al -Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al- Qur'an tersebut.

Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.

Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.

Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.

Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.

Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar- Rahiim..

Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud

Akhwat sejati tidak dilihat dari rutin dan konsistennya menggunakan jilbab dan tidak akan menganggap dirinya lebih sempurna dibandingkan para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaimana ia mampu membimbing dengan penuh kesabaran & keikhlasan para akhwat lainnya supaya menggunakan jilbabnya dengan konsisten

Wallahu'alam...



sumber : google

Jumat, 26 Agustus 2011

confuse "Part 1"

Diposting oleh Devi Yunitasari di 08.12 0 komentar
Ini, udah kelas 3 itu lagi bingung-bingungya, lagi sibuk-sibuknya, lagi galau-galaunya (khusus bagi yg dilanda penggalauan..haha), tau ga blogi kali ini saya bener-bener pusing mikirin ntar kedepannya saya harus gimana....? UN gmana......., ngelanjutin ke Universitas mana, jurusan apa pula, trus ini masalah hati gimana(ahahah)....bingung...so confuse (-____-)...

Sebenernya yah blogii, saya udah punya keinginan, tapii gimana yaa, ga PeDe sama kemampuan diri sendiri,, berasa ga punya kemampuan apa-apa ini teh...., intinya, saya pengen masuk ke jurusan Hubungan internasional (ketinggian gga sih keinginan saya ituu?? -___-), di unsoed atau unpad,,, tapi kalo gga kesana juga pengen ngambil jurusan bahasa/sastra inggris....di Upi.....hmmmmm.....bisa kah itu terjadiii blogii ???? -___- pesimis totall niih, gga ada yang bisa ngasih motivasi sama saya,(sedih sekali blogii ;'( )........, tapi ada juga sih keinginan buat masuk jurusan teknik...tapii yahh, kemampuan matematika saya, pasti belum memadai.....-____- seddiiih...., nanya sama orang tua juga, malah tetep bikin bingung.....teruuss yang saya khawatirin saya takutt sulit bagi saya untuk masuk ke PTN,, kalo bisa saya pingin ikut jalur SNMPTN undangan......tapiii,,,lagi-lagi pesimis sekalii -_____-....

Next, ntar UN gimana?? malahan materi kayak fisika, matematika, dll aja saya masih belum bisa terlalu menguasai materinya,,, kalo boleh jujur saya merasa, lambat sekali mencerna pelajaran tersebut dibandingkan temen-temen yang lain...., meskipun mulai dari kelas 3 awal saya udah ikutan les-les....tapi tetep aja rasanya....masih begini-begini aja -___-......

Next, terus ini masalah hati gimana -___-, kerjaannya galau melulu, pengennya saat ini saya fokus sama konsen buat UN sama SNMPTN,,, tapi.....tapi......gga bisa dipungkiri blogii,,, perasaan ini, sudah mulai meluluh lantahkan benteng pertahanan saya...., susah buat dihindari, makin hari, malah makin kuat aja perasaan ini....., meskipun saya udah menyangkalya, bahkan tidak terlalu mengakuinya....tapi....efeknya malah jadi sakit disiniii (dibaca hati), gga bisa saya begitu, ga bisa saya menyangkalnya lagi, -____-,, intinya saya ingin jujur sama perasaan saya sendiri.....sama kamu juga (dibaca yang bikin hati saya galau)....

to be continued..................................................

Selasa, 05 Juli 2011

My Sunshine

Diposting oleh Devi Yunitasari di 04.17 0 komentar

apa kabar mentari, masihkah dirimu seperti dahulu
selalu menebarkan senyum mu yang hangat dan menyinariku
masikah kau menjadi seorang pemalu yang perlahan memancarkan sinarnya dari balik bukit

tahukah engkau hai mentari
aku selalu menunggu dan menantikan kehadiranmu di pagiku
dan menatap kepergianmu di ujung senjaku

meskipun saat malam kau tak tampak olehku
dan tergantikan oleh cahaya sang bintang yang mampu menyilaukanku
tapi tahukah engkau metari, bagiku hanya sinarmulah yang bisa menerangiku

^_____^

Senin, 20 Juni 2011

Cerpen Part "1" ^_^

Diposting oleh Devi Yunitasari di 19.18 0 komentar
Kriiiiiiing........krusak...krusak.... jreeet.. "good bye my weker,,yeah" aku tertidur kembali diatas kasurku yang empuk setelah dengan sadisnya menghabisi jam wekerr ku setelah jasa-jasanya selama ini yang tidak pernah lelah berjuang membangunkanku,dari lelapnya tidurku.. mungkin hari ini adalah akhir hayatnya setelah selama ini ku dzalimi....maafkan aku wahaii weker ku..
One hour later,
hoooaam,, "masih ngantuk sekali ini, wait jam berapa sekarang??" aku mencoba meraih tempat dimana biasanya jam wekerku berada, tapi kali ini tak ku temukan dia. setelah itu aku terbangun dan seketika itu aku benar benar shocked melihat keadaan jam weker ku yang telah tergeletak terbujur kaku di samping tempat tidurku. aku segera melompat dari tempat tidurku dan segera menghampirinya, berharap masih ada kehidupan pada jam weker ku, dan ternyata......tiddaak dia telah tiada...selamat jalan kawan !! hiks...
akhirnya setelah bermellow ria menyaksikan akhir yang tragis dari jam wekerku, aku melangkah gontai keluar kamar, tepat disaat aku membuka pintu kamar, mataku seperti akan meloncat dari tempatnya, setelah melihat bundaku tercinta melotot ke arahku dengan tatapan sadis dan menjewer telingaku tanpa ampun.."Hanaaa...kamu ini anak perempuan,, masa jam segini baru bangun, Masyaallah... kamu tahu ini jam berapa..!!" kata-kata bunda barusan seperti sambaran petir yang menggelegar-gelegar di membran timpani ku.. "hoaalaa,, bunda ampun, abisnya semalem, Hana tidur jam 1 makanya Hana baru bangun" tanpa mengindahkan alasanku bunda langsung menyeretku masuk ke kamar mandi. "cepet mandi, ini udah jam setengah 7 Han, entar kamu kesiangan cepett" aku merasa seperti seorang narapidana yang dipaksa masuk sel oleh para sipir penjara..
byur..byar...byurr...byar..byur...byar..(efek suara ketika aku sedang mandi)
Setelah selesei mandi, dan memakai baju seragam aku keluar dari kamarku dan mengambil jam tangan yang tergeletak di meja belajarku, setelah itu, aku melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 06.50.. buseett, aku segera berlari dan mengucapkan salam pada bunda...., bunda hanya bisa menggeleng-geleng melihat kepergianku.
At School's gate....
"tungguuu, jangan ditutup dulu pak !!!" aku berlari mengerahkan segenap tenaga ku, bersama teman seperjuanganku yang pagi itu kesiangan juga... "Ayo cepat-cepat, kalian ini jam segini baru datang!" ujar Pak Ramli guru piket hari ini, setengah berteriak sambil berkacak pinggang. "selamat pagi pak !" akhirnya aku bisa masuk kedalam pintu gerbang juga, sambil menyapa pada Pak Ramli, but apa coba balasannya tehadap sapaanku dan senyumanku yang aduhai indah nan menawan. "Pagi..Pagi Gundulmu.....sudah kesekian kalinya kamu kesiangan Hana Farra Aluna, kamu tahu jika sekali lagi saya melihat kamu kesiangan saya akan beri kamu nilai C dalam pelajaran saya!" aku hanya bisa tertunduk lesu mendengar ucapan Pak Ramli, dan segera berlari menuju ruangan kelas. aku lupa ternyata pelajaranpertama hari ini adalah pelajaran biologi, dan ruangan kelasnya terletak di lantai dua tepatnya di paling ujung, ooo...lengkap sudah deritaku hari ini, disaat itu pula sebuah tangan menepuk bahuku, "Han, kita barengan ke ruang biologinya ". aku berbalik dan ternyata itu Bayu teman sekelasku, "oh, kamu bay, nah loh kok kamu bisa kesiangan?" aku merasa aneh karena baru kali ini melihat bayu datang kesiangan, dan bayu menjawab santai "yaa..ga apa apa dong buat pengalaman baru aja". hah aku mengerti mungkinn si bayu ini udah bosen kali yaa jadi anak rajin. "yaa baguslah bay, kalo gitu" bayu melirik sambil mengerutkan dahinya ke arahku "kok bagus sih na?" aku sedikit heran melihat reaksi bayu saat itu "yaa menurut aku emang bagus bay, soalnya menurut aku kamu udah berani nyoba sensasi baru, abisnya selama ini yaa bay, aku tuh heran sama kamu kok jadi cowok bisa rajin-rajin amat. awalnya nih yaa bay aku mikir sebenernya dalan diri kamu itu kayaknya ada kelainan deh, sebelumnya sorry ya bay aku ngomong gini, abisnya aduuuh...kamu tuh yaa...." aku tak dapat berkata-kata lagi, abisnya makhluk yang bernama Bayu Prahardika ini kelewat rajinya. "emang gue segitu rajinnya ya na, biasa aja kali Na, gue sama aja kok kayak anak lain, kamu kok bisa menilai gue kayak gitu Na? kamu mandang gue dari sudut pandang mana, sehingga kamu bisa menyimpulkan gue kayak gitu !" nah loh, si bayu kok jadi sewot gini yaa, bukannya bagus aku bulang dia rajin malah aku bilang dia itu kelewat rajin. "Udah deh bay, kamu kok jadi sewot, udah kalo kita ngobrol terus sepanjang jalan kayak gini, yang ada kita malah makin telat masuk pelajaran biologi". setelah itu aku memutuskan untuk berlari aja ninggalin si Bayu, tapi...
HAP........ pas aku baru aja mau lari, Bayu megang tangan aku, Degg.....nah loh kenapa yaa aku kok ngerasa ada yang berdesirr gituu di sini....di hati aku... "Han, barengan napa...kamu kok malah lari..sih !" aku berbalik sambil mencoba mengontrol kembali sel-sel sarafku, dan zat neurotransmitterku yang tadi sepertinya sempat terhenti ketika bayu memegang tanganku. "iya, iya tapi lepasin dulu tangan kamu bay..." Pas bayu ngelepasin genggamannya, napa yaa kok aku malah pengen memaki diri aku, yang telah menyuruh Bayu ngelepasin tangannya, hah sebenernya ada apa ini?? kayaknya ini udah kesekian kalinya terjadi, kalo aku lagi deket-deket sama si Bayu. badanku jadi panas dingin..terus ada yang berdesir pula di sini....di hatiku.... apa ini??, Tanpa disadari aku menghentikan langkahku dan dia melongo...bayu hanya keheranan, menyaksikan tingkah anehku, dan sedetik kemudian aku tersadar kembali dan segera menuju ruangan kelas...
............................................................................. bersambung........
 

Me, My world, and My Inspiration Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea